Air Cooled Syndicate
Events

Jogyakarta Volkswagen Festival #2

JVWF atau Jogja Volkswagen Festival sebuah event yang digelar bagi penggemar VW di Indonesia maupun dunia. Event ini diprakarsai oleh Volkswagen Club Yogyakarta atau disingkat VCY. Event ini merupakan salah satu event yang sangat ditunggu oleh penggemar VW di Indonesia maupun dunia.

JVWF kedua ini merupakan event yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Acara ini dikemas selama dua hari 21-22 November 2015, dengan acara pameran, kontes, coacing clinic, swapmeet, dan acara lainnya. Event skala Internasional ini menonjolkan kebudayaan Indonesia khususnya Jogja sebagai kota budaya dan dipadukan dengan Volkswagen.

Event ini resmi dibuka pada tanggal 21 November 2015 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, bersama barisan prajurit Kraton Yogyakarta.

Acara yang dihadiri oleh beberapa perwakilan klub VW Asia Tenggara, seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, Filipina ini pun sekaligus meresmikan VW ASEAN, yaitu organisasi komunitas VW se Asia Tenggara. Menjadikan VW ASEAN ini merupakan satu-satunya organisasi komunitas VW terbesar di dunia.

Dari bagian show and shine terdapat lebih dari seratus kendaraan yang mendaftar. Namun panitia melakukan seleksi pada kendaraan yang terdaftar pada kontes show and shine. Setelah dilakukan seleksi akhirnya peserta kontes ini diikuti kurang lebih 80 kendaraan.

Kelas yang diperlombakan dibagi menurut Tipe-nya. Untuk Air Cooled menjadi VW Tipe 1, 2, 3, 4, Karmann Ghia (Tipe 1 dan Tipe 34), Tipe 181/182, Tipe 2 Brazilian, juga tidak lupa untuk Water Cooled pun dibagi menjadi beberapa kelas.

Selain menurut Tipe, terdapat pula kelas tambahan seperti Best VW Conversion, Best Original Interior, dan lainnya.

Hal yang unik yaitu dikelas Best VW Conversion, terdapat VW Splitbus milik Yumos yang ditetapkan oleh MURI (Museun Rekor Indonesia) sebagai VW Bus terpanjang di Indonesia dan dunia. Yaitu sebuah Brazilian Bus yang di konversi menjadi sebuah splitbus dengan panjang 7.25m. Yumos memecahkan rekor VW terpanjang sebelumnya 6.90m milik dia sendiri.

Juga terdapat display konversi VW Tipe 181 yang seluruh bodinya dirubah menggunakan kayu jati dan ukiran dari Jepara milik Al-Sadad. Sadad merupakan pengrajin kayu dari Jepara, yang tertarik dengan mobil keluaran Jerman ini. Dari keahliannya, ia ganti seluruh bodi VW Thing ini menggunakan kayu jati.

Yang tidak kalah menarik yaitu terlihat dari booth Kupu-Kupu Malam, barisan “fully hand-made” Karmann Ghia Tipe1. Ya bodi Karmann Ghia tersebut merupakan hasil pengrajin VW di Jogja yang membuat bodi Karmann Ghia hand-made yang kemudian dipadukan dengan Chassis dari VW Beetle Model 1200.

Selain itu terdapat juga “Serbie” sebuah VW Drag Tipe 3 Squareback milik Muzamil yang mengaplikasikan mesin 2500cc dengan Blok mesin dari Pauter, Turbo Charge Garret 42R.

Selain show and shine, terdapat juga barisan display VW, terdapat kurang lebih 20 kendaraan VW yang lolos seleksi untuk kategori ini mereka memperebutkan Best Car Display dan Best People Choice.

Bagi yang memiliki hobi koleksi Die-Cast pun tidak lupa, panitia mengadakan kontes Die-Cast. Peserta cukup antusian dengan diadakannya kontes Die-Cast. Mengingat hampir semua penggemar VW memiliki koleksi Die-Cast.

Di sayap kiri, terdapat barisan booth dari beberapa klub/komunitas VW yang mendisplay VW masing-masing. Mereka menonjolkan hal-hal yang identik dari klubnya. Komunitas yang mengikuti display ini seperti DaWG atau Dakota West Germany aka. Splitbus, Super Beetle Owner, Type 3 Lovers Indonesia, Volkswagen Golf Mk1 Indonesia, Caravelle Lovers Community and NuVOLKS.

Jangan lupakan para penjual spare part, event VW tidak lengkap tanpa adanya lapak jual beli (swapmeet). Tentu saja, perputaran uang sangat besar terjadi di bagian swap meet. Karena para penggemar VW menggunakan event ini sebagai kesempatan mencari parts-parts yang tidak umum atau rare. Selama dua hari saja perputaran uang bisa mencapai ratusan juta rupiah bahkan mungkin mencapai milyaran.

Dibagian luar arena, terdapat barisan Food Truck VW. Menjadikan event ini terasa berbeda dari event-event lainnya. Para penjual makanan saling menjajakan dagangannya dari dalam Food Truck VW nya.

Juga terdapat kontes Limbo, sebuah pengaplikasian tarian Limbo ke peserta VW. Kompetisi ini mencari VW-VW yang dapat melewati palang terendah.

Panitia pun menyediakan area Camping Ground, bagi para peserta yang tidak kebagian hotel, dan ada pula yang memang sengaja datang untuk berkemping. Seru bukan?!!

Diakhir acara, panitia melakukan pengundian, peserta beruntung dapat membawa pulang VW Campervan. Menarik kan? !! Datang hanya membayar Rp. 25.000, pulang dengan VW Campervan.

Siapkan diri anda untuk datang ke JVWF #3 di 2017 yang akan datang.

Save

Save

Save

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Language Switcher »