Akhir pekan lalu, tepatnya 5-6 September 2026, kawasan Wisata Bojong Asri didatangi ratusan mobil Volkswagen klasik. Lokasinya persis di dekat Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sanalah Volkswagen Club Yogyakarta (VCY) menggelar Swingin’ Summer V-Dub 2026. Acara ini berlangsung dua hari dengan konsep kemah tepi pantai. Ada sesi menikmati matahari terbenam, pesta musik semalam suntuk, konvoi di jalur pesisir selatan, sampai aksi bersih-bersih lingkungan. Bagi komunitas VW aircooled se-Yogyakarta dan sekitarnya, acara ini jadi salah satu agenda paling dinanti tiap dua tahun.

Jejak Panjang Volkswagen Club Yogyakarta
VCY bukan pemain baru di dunia otomotif klasik. Klub ini lahir dari sekelompok mahasiswa di Yogyakarta. Mereka sama-sama menggemari Volkswagen dan ingin punya wadah bersama. Tanggal berdirinya tercatat sejak 16 April 1984. Kini, empat dekade lebih berselang, VCY jadi salah satu klub Volkswagen tertua di Indonesia. Jumlah anggotanya, baik aktif maupun pasif, ditaksir mencapai 300-an orang, salah satu basis anggota terbesar di Tanah Air. Di luar agenda rutin seperti kopi darat bulanan dan konvoi malam Minggu, VCY punya dua hajatan besar. Pertama, Jogja Volkswagen Festival (JVWF), festival berskala internasional yang sudah digelar sejak 2013. Kedua, Swingin’ Summer V-Dub, yang levelnya lebih regional.
Apa Itu Swingin’ Summer V-Dub?
Swingin’ Summer V-Dub memang beda dari JVWF. JVWF biasa digelar di venue besar, seperti GIK UGM atau Jogja Expo Center. Sebaliknya, acara ini selalu berlangsung di ruang terbuka. Formatnya berupa perkemahan dua tahunan di pinggir pantai. Sejak awal, acara ini mengusung jargon “A Celebration of VW, Life, Peace and Differences”. Artinya kurang lebih: perayaan atas mobil, kehidupan, perdamaian, dan keberagaman. Pada edisi 2018, misalnya, lokasinya berada di Pantai Krakal dan Sarangan, Gunung Kidul. Acara itu ditutup dengan sambutan dari 29 perwakilan klub se-Indonesia. Semangat lintas klub semacam itu kembali hidup di edisi 2026 ini, hanya saja panggungnya berpindah ke pesisir Bantul.














Bojong Asri dan Jalur Lintas Selatan
Pemilihan Wisata Bojong Asri sebagai lokasi terbilang pas. Tempat ini persis berada di dekat gerbang masuk Pantai Depok. Dari sini, pengunjung bisa menikmati panorama Sungai Opak. Pemandangannya makin memikat sejak berdirinya Jembatan Kretek II di dekatnya. Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari camping ground sampai area kuliner. Lokasi ini pun berada tepat di jalur Jalur Lintas Selatan (JLS). Jalur ini membentang sepanjang pesisir Bantul, melintasi pantai-pantai populer seperti Pandansimo, Samas, Parangtritis, hingga Depok. Rute inilah yang belakangan jadi favorit komunitas otomotif untuk konvoi maupun sesi foto touring.






















































Sunset, BBQ, dan Pesta 80-an
Rangkaian hari Sabtu dibuka dengan registrasi peserta, pukul 13.00-15.00. Rombongan dari berbagai klub mulai berdatangan dan mendirikan tenda. Suasana berlanjut lebih santai lewat sunset session, pukul 15.00-17.30. Setelah itu ada jeda ishoma, pukul 17.30-18.00. Malam harinya, seremoni pembukaan resmi berlangsung pukul 18.00-19.00. Acara dilanjut dengan barbeque bersama, dipadukan pesta 80’s DJ disco, pukul 19.00-21.00. Musiknya sengaja mengangkat nostalgia era keemasan yang lekat dengan budaya VW. Hari pertama akhirnya ditutup dengan reggae session hingga pukul 23.30.

























Konvoi JLS hingga Bersih-Bersih Pantai
Hari kedua dimulai lebih pagi dengan sesi olahraga bersama, pukul 07.00-08.00. Sorotan utamanya ada di JLS Cruise Rolling Shot, pukul 08.00-09.30. Barisan VW klasik berkonvoi menyusuri Jalur Lintas Selatan untuk sesi foto rolling shot. Latarnya adalah garis pantai selatan Yogyakarta, momen favorit fotografer otomotif. Usai konvoi, agenda berlanjut ke riverside clean up, pukul 09.30-10.00. Peserta membersihkan kawasan tepi sungai dan pantai. Ini jadi wujud kepedulian lingkungan yang selalu ada di tiap edisi. Rangkaian dua hari ini akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama antarklub, pukul 10.00-11.00, dan upacara penutupan, pukul 11.00-12.00.

























Sponsor dan Dampaknya bagi Pariwisata Bantul
Daftar sponsor acara ini juga menarik dicermati. Ada nama besar yang identik dengan dunia VW, seperti Heritage Parts Centre, ID Buzz Club dan Media Partner Aircooled Syndicate. Ada juga pelaku usaha lintas sektor: studio suara, kafe, penginapan, hingga jasa fotografi lokal. Semua ini menunjukkan betapa luasnya ekosistem yang menopang hobi VW klasik di Yogyakarta. Pola kolaborasi ini sejalan dengan yang dibangun VCY lewat JVWF. Menurut penyelenggaranya, festival semacam ini sejak awal diniatkan bukan hanya untuk komunitas VW. Tujuannya lebih luas: ikut mengangkat sektor pariwisata Yogyakarta.







Silaturahmi Lintas Klub yang Terus Terjaga
Swingin’ Summer V-Dub 2026 digelar dua tahun sekali. Acara ini jadi penanda bahwa semangat silaturahmi lintas klub VW se-Jawa Tengah dan DIY masih terjaga. Sudah lebih dari empat dekade sejak VCY pertama kali berdiri. Lewat kemah pantai, konvoi di jalur pesisir, dan aksi bersih-bersih sungai, acara ini merefleksikan identitas komunitas VW. Identitas itu bukan cuma soal merawat mobil tua. Ada juga nilai kebersamaan dan kepedulian pada lingkungan sekitar. Dengan lokasi baru di pesisir Bantul, bukan tidak mungkin Wisata Bojong Asri akan makin dikenal luas. Publikasi acara komunitas seperti ini bisa jadi salah satu pendorongnya. Beberapa pantai selatan lain di Yogyakarta sudah lebih dulu populer sebagai destinasi wisata otomotif.
Photo by Robertus Bagus (VCY)
